Tampilkan postingan dengan label Negara Berkembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negara Berkembang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2009

Sintesis Kaliksaren

SINTESIS SENYAWA 4,10,16,22-TETRA O-ASETAT KALIKS[4]AREN
DAN p-TERT-BUTIL KALIKS[6]AREN SEBAGAI PENJEBAK
ION Pb2+


Kaliksaren adalah senyawa makromolekul siklis yang tersusun dari unit-unit
fenolik, dihubungkan oleh jembatan metilen membentuk rongga yang hidrofobik.
Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis dua jenis kaliksaren yaitu : senyawa
4,10,16,22-tetra O-asetat kaliks[4]aren dan p-tert-butil kaliks[6]aren serta
penerapannya sebagai penjebak ion Pb2+.

Senyawa 4,10,16,22-tetra O-asetat kaliks[4]aren disintesis menggunakan
metode katalis asam, terdiri dari 5 tahap reaksi yaitu : (1) esterifikasi asam 2-kloro asetat dengan etanol pada suhu 80 oC selama 5 jam, menghasilkan 2-kloro etil asetat dengan rendemen 62,57 % dan kemurnian 99,14 %. (2). Alkilasi p-hidroksi
benzaldehid menggunakan 2-kloro etil asetat pada suhu 80 oC selama 2,5 jam, menghas ilkan 2-(4-formil fenoksi) etil asetat dengan rendemen 65,57 % dan kemurnian 87,59 %. (3).

Hidrolisis 2 -(4-formil fenoksi) etil asetat menggunakan NaOH 10 % pada suhu 65-70
oC selama 3 jam, menghasilkan asam 2-(4- formil fenoksi) asetat dengan rendemen rendemen 40, 93 % dan kemurnian 79,20 %.

(4) Reduksi asam 2-(4-formil fenoksi) asetat menggunakan NaBH4 pada suhu 80
oC selama 3 jam, menghasilkan asam 2-(4-hidroksimetil fenoksi) asetat dengan
rendemen 63,95 % dan (5) siklooligomerisasi asam 2-(4-hidroksimetil fenoksi) asetat
dengan katalis AlCl 3 pada suhu 10-20 oC selama 3,5 jam menghasilkan kaliksaren
dengan rendemen 53,85 %.

Senyawa p-tert-Butil kaliks[6]aren disintesis menggunakan metode katalis basa, terdiri dari 2 langkah reaksi yaitu : (1) alkilasi fen ol menggunakan tert-butil alkohol pada suhu kamar selama 16 jam, menghasilkan p-tert-butil fenol dengan rendemen 48,93 % dan kemurnian 91,76 %. (2).

Siklooligomerisasi p-tert-butil fenol dengan paraformaldehid dan bubuk KOH pada
suhu 130-140 oC selama 4 jam, menghasilkan kaliksaren dengan rendemen 5,41 %.

Proses penjebakan ion Pb2+ dilakukan dengan menambahkan kaliksaren ke
dalam larutan ion Pb2+ diikuti pengadukan pada suhu kamar selama 48 jam. Hasil
proses penjebakan menunjukkan bahwa ion Pb2+ dapat dijebak oleh senyawa
4,10,16,22-tetra O-asetat kaliks[4]aren dan oleh p-tert-butil kaliks[6]aren.


Rabu, 18 November 2009

Negara Berkembang

Negara Berkembang

Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Istilah ini mulai menyingkirkan Dunia Ketiga, sebuah istilah yang digunakan pada masa Perang Dingin.

Perkembangan mencakup perkembangan sebuah infrastruktur modern (baik secara fisik maupun institusional) dan sebuah pergerakan dari sektor bernilai tambah rendah seperti agrikultur dan pengambilan sumber daya alam. Negara maju biasanya memiliki sistem ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menahan-sendiri.

Penerapan istilah 'negara berkembang' ke seluruh negara yang kurang berkembang dianggap tidak tepat bila kasus negara tersebut adalah sebuah negara miskin, yaitu negara yang tidak mengalami pertumbuhan situasi ekonominya, dan juga telah mengalami periode penurunan ekonomi yang berkelanjutan.